BANDUNG,Beritasuara– Kepala SMP Negeri 2 Baleendah kembali sulit ditemui saat awak media mendatangi lingkungan sekolah pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kedatangan awak media tersebut bertujuan untuk meminta konfirmasi dan menggali informasi terkait kepemimpinan sekolah, sejumlah program kegiatan, serta pengelolaan anggaran BOSP/BOS di SMPN 2 Baleendah.
Sebelumnya, awak media mengaku telah beberapa kali mendatangi sekolah untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah. Namun, kepala sekolah disebut tidak berada di tempat saat kunjungan dilakukan.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, ketika awak media menanyakan keberadaan kepala sekolah, salah seorang guru menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang sakit.
Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan oleh petugas keamanan sekolah. Saat ditanya mengenai keberadaan kepala sekolah, security mengatakan bahwa kepala sekolah sudah dua hari tidak masuk sekolah. Namun, ketika ditanyakan mengenai alasan ketidakhadiran tersebut, security mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Perbedaan keterangan tersebut membuat awak media belum memperoleh penjelasan langsung dari kepala sekolah mengenai kondisi dan agenda kepemimpinan sekolah.
Awak media kemudian menanyakan mengenai keberadaan Wakil Kepala Sekolah (Waka) yang dapat memberikan penjelasan sementara terkait kegiatan dan koordinasi sekolah selama kepala sekolah tidak berada di tempat.
Kehadiran media di sekolah tersebut pada dasarnya bukan untuk mengganggu proses belajar mengajar, melainkan untuk menjalankan fungsi jurnalistik dengan meminta informasi dan klarifikasi secara berimbang.
Adapun sejumlah hal yang hendak dikonfirmasi kepada pihak sekolah antara lain terkait visi dan misi kepala sekolah, program prioritas peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik, serta strategi peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik.
Selain itu, awak media juga ingin meminta penjelasan mengenai upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta pola sinergi sekolah dengan orang tua atau wali peserta didik, komite sekolah, dunia usaha dan dunia industri, maupun masyarakat.
Yang tidak kalah penting, konfirmasi juga diarahkan pada pengelolaan Dana BOS/BOSP, termasuk penggunaan anggaran untuk berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Pertanyaan tersebut diperlukan agar informasi mengenai penggunaan anggaran publik dan pelaksanaan program sekolah dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Hingga berita ini disusun, awak media belum memperoleh keterangan langsung dari kepala SMPN 2 Baleendah terkait sejumlah pertanyaan tersebut.
Pihak sekolah masih memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan, khususnya mengenai alasan ketidakhadiran kepala sekolah serta pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran sekolah.
(Saipullah)








Komentar