oleh

Baru Beberapa Bulan Selesai, Jalan Coblongan Ciwidey Dipenuhi Retakan, BPK Turun Periksa

KABUPATEN BANDUNG, Beritasuara.id– Kondisi fisik proyek Rehabilitasi Jalan Coblongan Batas KBB, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah keretakan pada permukaan beton. Persoalan ini semakin menarik perhatian karena proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan kontrak Februari hingga Juni 2026, namun pada September 2026 kondisi permukaan jalan sudah menunjukkan keretakan di sejumlah bagian.

Pantauan di lokasi pada 15 September 2026 menunjukkan, tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun langsung melakukan pemeriksaan fisik terhadap pekerjaan tersebut. Pemeriksaan dilakukan di ruas jalan wilayah Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, dengan didampingi pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung serta pihak pelaksana.

Dari kondisi yang terlihat pada dokumentasi lapangan, permukaan beton memperlihatkan retakan memanjang dan pola retakan bercabang di sejumlah bagian. Pada beberapa titik, retakan tampak saling terhubung dan membentuk pola yang menyerupai retak kulit buaya (alligator cracking).

Kondisi tersebut menjadi pertanyaan karena pekerjaan berdasarkan data RUP dijadwalkan selesai pada Juni 2026. Artinya, saat pemeriksaan berlangsung pada pertengahan September, pekerjaan telah memasuki masa setelah berakhirnya jadwal pelaksanaan kontrak sekitar tiga bulan.

Persoalannya bukan semata adanya retakan, tetapi seberapa cepat kerusakan tersebut muncul setelah pekerjaan dinyatakan selesai dan apakah kondisi tersebut sesuai dengan mutu serta spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam kontrak.

Di beberapa bagian, terlihat upaya penanganan terhadap permukaan beton yang mengalami kerusakan. Berdasarkan pantauan visual, material yang digunakan untuk penambalan diduga berupa adukan semen. Namun, belum dapat dipastikan apakah material tersebut merupakan bagian dari metode perbaikan yang sesuai spesifikasi atau hanya penanganan sementara.

Pada saat pemeriksaan, sejumlah petugas juga terlihat melakukan coring pada badan jalan. Pengambilan sampel tersebut menjadi penting untuk mengetahui kondisi material dan konstruksi secara lebih objektif, termasuk kualitas beton yang telah terpasang.

Rp2 Miliar untuk 3.179,65 Meter Persegi

Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), paket dengan Kode RUP 657919523 tersebut memiliki nama Rehabilitasi Jalan Coblongan Bts. KBB Kec. Ciwidey.

Paket berada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, Tahun Anggaran 2026, dengan sumber dana APBD Kabupaten Bandung.

Nilai pagu yang tercantum mencapai Rp2 miliar, dengan volume pekerjaan 3.179,65 meter persegi.

Adapun spesifikasi pekerjaan yang tercantum dalam RUP antara lain patching, overlay, dan perbaikan drainase agar fungsi jalan kembali optimal. Metode pemilihan penyedia menggunakan E-Purchasing.

Dengan nilai pekerjaan yang mencapai miliaran rupiah tersebut, kondisi fisik jalan setelah pekerjaan selesai menjadi hal yang patut mendapatkan penjelasan secara terbuka, terutama terkait mutu pekerjaan, metode pelaksanaan, ketebalan dan kualitas material, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis.

Apalagi, pemeriksaan BPK dilakukan ketika pada permukaan jalan sudah terlihat keretakan di sejumlah titik. Apakah keretakan tersebut berkaitan dengan kualitas material, metode pelaksanaan, kondisi dasar jalan, faktor lingkungan, atau faktor teknis lainnya? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya membutuhkan hasil pemeriksaan teknis, bukan sekadar penilaian visual.

Masyarakat kini menunggu hasil coring dan pemeriksaan BPK untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari pekerjaan tersebut.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dengan spesifikasi yang dipersyaratkan, maka tentu akan menjadi pertanyaan lebih lanjut mengenai tanggung jawab pemeliharaan dan pihak yang harus melakukan perbaikan.

Media akan melakukan konfirmasi kepada Dinas PUTR Kabupaten Bandung dan pihak pelaksana untuk meminta penjelasan mengenai kondisi keretakan, hasil pemeriksaan dan coring, jenis material yang digunakan dalam penambalan, serta langkah perbaikan terhadap ruas jalan tersebut.

(SAIPULLAH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *