Bandung |Berita Suara| – Mebeler SMPN 14 kota Bandung diduga mubajir dan kurang tepat sasaran pada penerima manfaat, hal tersebut dikarenakan tahun anggaran 2024 juga sekolah tersebut menerima bantuan yang sama, hasil komfirmasi dari pihak media melalui kepala SMPN 14 kota Bandung Ani Susana, S.Pd., M.Pd. dengan lugas menjawab bahwa sekolah kami hanya penerima manfaat, yang bertanggung jawab ada dinas pendidikan kota Bandung sebagai pengguna anggaran.
SMPN 14 seakan akan menjadi prioritas dibeberapa satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta dikota Bandung, sehingga menimbulkan kecemburuan bagi SMPN dan SMP Swata lain nya dan cenderunh diduga ada permainan dinas pendidikan kota bandung dengan pihak sekolah, pihak media juga mempertanyakan tentang keberadaan kursi yang disimpan didepan ruang siswa dan ditumpuk diatas bantuan mobuler mulai dari bantuan tahun 2022 sampai 2025 sehingga memakan tempat dan menggangu siswa untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Megajar (KBM), semestinya kursi yang tidak dipakai lagi bisa dihibahkan kepada sekolah yang membutuhkan.
Pihak satuan pendidikan menengah pertama di kota bandung yang tidak mau disebutkan identitasnya meminta agar dinas penddikan kota bandung menjalankan amanah tersebut seadil adilnya supaya terhindar kecemburuan antar sesama SMPN dan SMP swasta, baik pihak media juga menyarankan agar dinas terkait jangan ada ajang permainan supaya kegiatan belajar berjalan baik dan membuahkan kualitas pendidikan yang bermutu.(Kasta Ginting)












Komentar